Bagi anda yang ingin melakukan modifikasi URL melalui .htaccess, berikut beberapa fungsi .htaccess dan kode script yang harus dituliskan untuk menjalankan fungsi tersebut:
1.    Modifikasi URL dengan mod_rewrite
Jika anda ingin mengubah URL dinamis seperti www.abc.com/product.php?id=123 menjadi URL yang lebih statis & user friendly seperti www.abc.com/product/123. Maka anda bisa menambahkan script berikut pada .htaccess anda:
RewriteEngine on
RewriteRule ^product/([^/\.]+)/?$ product.php?id=$1 [L]
2.    Mengakali query string
Website lain bisa jadi memasang link yang mengarah ke website anda dengan menambahkan embel-embel query string. Contohnya www.abc.com/index.php?source=def.com. Query string dapat menciptakan masalah duplikasi konten pada website anda yang akan merugikan usaha SEO anda. Untuk mengakalinya, anda bisa menambah sebaris kode berikut pada .htaccess anda:
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^source= RewriteRule (.*) /$1? [R=301,L]
3.    Mengkonversi eksekusi file HTML ke PHP
Anda memiliki website HTML statis. Namun bagaimana jika suatu ketika anda ingin menjalankan kode PHP pada halaman HTML tersebut? Anda bisa menambahkan sebaris kode berikut.
AddHandler application/x-httpd-php .html
4.    Ganti halaman error 
Anda bisa mengganti halaman error yang ingin anda munculkan pada pengunjung yang mengunjungi invalid link pada website anda. Caranya, pertama silakan mengupload file 404.php buatan anda ke direktori public_html. Kemudian set default halaman error tersebut dengan menambahkan sebaris kode berikut pada .htaccess anda:
ErrorDocument 404 http://www.abc.com/404.php
5.    Redirect halaman
Satu lagi fungsi htaccess lainnya adalah mengarahkan (redirect) suatu halaman ke halaman lain. Misalnya jika ingin lawas.php diarahkan ke baru.php. Anda bisa menambah sebaris kode berikut:
redirect 301 /lawas.php http://www.abc.com/baru.php
6.    Mematikan directory listing
Menampilkan directory listing pada website bisa jadi merupakan salah satu masalah sekuriti yang harus diperhatikan. Sebab file-file apa saja yang ada di website anda bisa diketahui dengan gampang. Nah, sebaris kode berikut dapat mendisable directory listing pada website anda:
Options –Indexes
7.    Menyembunyikan jenis file tertentu dari directory listing
Atau jika anda memutuskan untuk tetap membiarkan directory listing anda menyala, anda bisa menyembunyikan jenis file tertentu agar disembunyikan dari directory listing.
IndexIgnore *.gif *.zip *.txt
8.    Canonicalization
Trik htaccess paling umum adalah mengetahui apakah halaman home website anda memiliki masalah canonicalization atau tidak. Canonicalization adalah satu website yang halaman homenya memiliki sejumlah format URL yang berbeda. Contohnya: www.abc.com, abc.com, www.abc.com/index.html, abc.com/index.html. Canonicalization tidak bagus untuk SEO website anda sebab traffik menuju halaman home dihitung sebagai URL yang berbeda, meskipun isinya sama. Anda bisa mengatasi caninicalization dengan menambah script berikut pada file .htaccess anda. Script berikut akan memaksa berbagai format URL anda ke format www.abc.com:
Options +FollowSymLinks
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^abc.com
RewriteRule (.*) http://www.abc.com/$1 [R=301,L]
RewriteCond %{THE_REQUEST} ^[A-Z]{3,9}\ /index\.html\ HTTP/
RewriteRule ^index\.html$ http://www.abc.com/ [R=301,L]
Demikian beberapa trik htaccess yang sering digunakan. Trik-trik lain akan kami tambahkan pada artikel-artikel selanjutnya. Jika anda berminat mempelajari file “.htaccess” lebih dalam, anda bisa melakukan pencarian Google. Anda akan menemukan banyak sekali para blogger dan webmaster yang menulis tentang tips dan trik htaccess.