29 Jul 2014




Jakarta - Ada yang menarik dari penampilan gitaris legendaris tanah air, Jopie Item, pada Java Jazz 2012. Kata ‘menarik’ di sana bercabang lagi menjadi dua bagian, yaitu menarik secara performa serta lagu yang ditampilkan dan juga menarik dari segi bintang tamu yang tampil bersamanya, tepatnya penyanyi blasteran Batak dan Australia yang tinggal di Bali, Brianna Simorangkir.

Brianna adalah orang asing bagi mayoritas penonton Java Jazz 2012 saat itu. Pasalnya, itulah momen perdana dirinya menginjak tanah Jakarta. Ucapan bernada meremehkan pasti sempat terlontar dari mulut penonton, namun saat ia mengeluarkan suaranya, remeh langsung bermetamorfosis menjadi decak kagum. Suaranya mentereng dan meliuk, seimbang dengan tampilan fisiknya.

Bahkan di antara penonton tersebut ada satu orang yang bekerja di label rekaman Catz Records dan langsung tertarik untuk mengontrak Brianna sebagai salah satu daftar artisnya. Walau sempat menolak karena alasan enggan sellout, akhirnya Brianna menerima tawaran tersebut demi membanggakan orang tua.

“Saya sign karena perasaan guilt terhadap orang tua. Sebelumnya, saya belum pernah memberikan apa-apa yang membuat mereka bangga,” ujar Brianna kepada Rolling Stone Indonesia pertengahan April lalu.

Sebagai seorang pendatang baru, Brianna memiliki kepribadian blak-blakan. Fakta bahwa kini ia berada di bawah naungan label rekaman besar tak membuatnya lunak, perempuan berusia 20 tahun ini justru bisa memanfaatkan wawancara media yang ia lakukan untuk mengungkapkan apa yang ada di hati dan kepalanya kepada khalayak ramai.

Seperti yang ia katakan soal harapannya dalam berkarier sebagai penyanyi: “Saya tidak bisa membayangkan diri menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu serupa dengan apa yang sering saya dengar di radio, setidaknya sampai saat ini. Saya harap saya bisa menampilkan sesuatu yang orang-orang bisa mendapat ilmu dari sana.”

Tidak munafik, Brianna mengakui dirinya telah menjadi sellout dengan menjadi roster Catz Records, namun ia tetap ingin memperjuangkan segi artistik dari karya-karya di albumnya yang akan datang.

“Saya minta untuk tetap punya artistic take on things. Saya nggak mungkin mau mereka just put out crap, karena dunia ini tidak membutuhkan tambahan crappy music,” kata Brianna dengan jejak logat Australia.

Dalam mengerjakan album, Brianna akan diproduseri oleh Ayi yang juga merupakan gitaris ecoutez! serta mendapat bantuan penulisan lirik bahasa Indonesia dari Dankie, gitaris Navicula dan Dialog Dini Hari. Meskipun tak menguasai, Brianna bersikeras menggunakan bahasa Indonesia untuk mayoritas lirik lagunya dalam rangka menghormati bahasa utama tempat tinggalnya.

Darah musik memang mengalir deras dalam diri Brianna. Sang ayah adalah seorang musisi. Apalagi upacara adat Batak hampir selalu diramaikan oleh kehadiran musik tradisionalnya. Namun keinginan Brianna untuk tampil di hadapan umum dan bisa mencari pemasukan sebagai penyanyi baru timbul saat ia mengambil kelas enam bulan di Conservatorium Music of Sydney. Sayangnya, Brianna terganjal oleh larangan tampil di bar dan klub malam Australia karena usianya yang masih di bawah umur.

Oleh karena itu, Brianna memutuskan untuk pulang ke Bali demi bisa bernyanyi di muka publik. Tidak tanggung-tanggung, ia membentuk bandnya sendiri yang dinamakan Freedom Jazz. Dengan menyuguhkan lagu-lagu jazz dan blues, mereka menjadi langganan tampil di sejumlah bar dan klub malam Bali. “Real gig pertama saya ya bersama Freedom Jazz,” kata Brianna.

Kompromi dari jazz dan blues ke pop, yang kini Brianna usung, dipicu oleh sang ibunda yang memaksanya ikut audisi The Voice cabang Australia. Brianna lolos sampai babak ketiga—terakhir sebelum audisi yang ditayangkan di televisi—dengan membawakan lagu jazz klasik, di antaranya milik Thelonious Monk, namun kemudian tersisih karena tidak mau memenuhi permintaan juri untuk memperbarui pilihan lagunya.

We had an argument, tapi dari sana saya sadar kalau saya selfish. Saya bilang ke diri saya sendiri, ‘You have to share your stuff with people, you have to develop, you have to put yourself through things that you wouldn’t normally to get to somewhere’,” kenang Brianna.

Mantra internal itu terbukti manjur. Selain dikontrak oleh Catz Records, Brianna juga sempat berkolaborasi dengan Dialog Dini Hari, Suicidal Sinatra dan Superman is Dead, menjadi penyanyi tamu pada lagu anyar, “Sunset di Tanah Anarki”.

Superman is Dead memiliki karier yang didamba oleh Brianna. Ia menerangkan, “I hope that one day I can make honest music and gain honest crowd like they have.

Rolling Stone Indonesia bagian Rock n Roll

Download Biografi Brianna Simorangkir
Last Update: April 2014

Posted on Selasa, Juli 29, 2014 by Ademuhsin Labdagati

27 Jul 2014

Posted on Minggu, Juli 27, 2014 by Ademuhsin Labdagati


            Sebuah lagu tentulah memiliki sebuah makna di dalamnya, apalagi disaat lagu tersebut mencerminkan pengalaman yang sering terjadi di masyarakat. Salah satunya lagu yang menjadi OST. 30 Hari Mencari Cinta  yaitu Berhenti Berharap. 
         Lagu yang  dibawakan oleh Sheila On 7 ini memiliki makna yang sangat mendalam, apalagi lagu tersebut sangat berbeda dengan lagu yang sering diciptakan oleh sheila on 7, Karena biasanya lagu yang dibuat oleh band asal yogya itu lebih ceria, namun dalam lagu ini Sheila On 7 menciptakan lyric yang lebih melankolis.
     
Sheila On 7 - Berhenti Berharap

                  
              Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sudah tidak mempercayai tentang cinta dan apa pun tentang itu "Aku tak percaya lagi dengan apa yang kau beri",, Membuat dia terdampar di Dunia ini dan menunggu mati seorang diri "Aku terdampar disini tersudut menunggu mati"
            Dia pun sudah tidak mempercayai adanya matahari ataupun harapan di dunia ini "Aku tak percaya lagi akan guna matahari",, Padahal sebelum ini, matahari/ harapan mampu menerangi hatinya "Yang dulu mampu terangi sudut gelap hati ini"
              Akhirnya dalam keputusasaan mungkin berhenti berharap hingga datangnya gelap adalah salah satu jalan "Aku berhenti berharap dan menunggu datangnya gelap",, Hingga nantinya tidak ada cinta yang didapat olehnya "Sampai suatu nanti tidak ada cinta kudapat"
               Dia pun bertanya kepada Tuhan, kenapa menciptakan sebuah derita padahal
bahagia tercipta? "Kenapa ada derita bila bahagia tercipta",, Dan kenapa juga ada hitam bila putih menyenangkan? "Kenapa ada hitam bila putih menyenangkan"
               Akhirnya dia pun pulang dari perjuangan selama ini dan menerima kekalahannya
 "Aku pulang tanpa dendam, kusalutkan kemenanganmu",, Karena dengan kejadiaan ini sebuah pelajaran tentang bahagia dan derita dalam cinta didapatkannya "Kau ajarkan aku bahagia, Kau ajarkan aku derita"
               Namun, seorang manusia pastinya mengalami sebuah penderitaan tetapi yang
 lebih penting, bagaimana kita bisa mengerti apa yang terjadi dan memulai sesuatu yang baru "Rebahkan tangguhmu lepaskan perlahan kau akan mengerti semua"

              Yaa, pastinya teman-teman mampu memaknai lagu ini,, banyak makna yang
terkandung didalamnya, tentang cinta, kehidupan, kesepian, dan harapan,, walaupun terkadang cinta itu memilukan dan membuat harapan kita berhenti, namun Tuhan pastinya memberikan apa yang mestinya kita butuhkan. Bagi saya sendiri lagu ini sangat menyentuh sekali. hahaha pengalaman pribadi bray :') So, we have a God. Jadi banyak-banyak berdoa aja supaya apa yang kita inginkan bisa selalu terkabulkan, kita bisa hidup bahagia terus. Gak punya pacar kita masih punya teman, sahabat, keluarga, dll. But without God, we are nothing. ;)

Posted on Minggu, Juli 27, 2014 by Ademuhsin Labdagati

This Page Is Being Prepared


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Minime vero istorum quidem, inquit. Sed quid attinet de rebus tam apertis plura requirere? Tamen a proposito, inquam, aberramus. Duo Reges: constructio interrete. Idem iste, inquam, de voluptate quid sentit? Respondent extrema primis, media utrisque, omnia omnibus. Non laboro, inquit, de nomine. Videamus animi partes, quarum est conspectus illustrior; Hoc non est positum in nostra actione. Sin laboramus, quis est, qui alienae modum statuat industriae? 

Qua tu etiam inprudens utebare non numquam. Eadem nunc mea adversum te oratio est. Sed potestne rerum maior esse dissensio? Quare hoc videndum est, possitne nobis hoc ratio philosophorum dare. Inscite autem medicinae et gubernationis ultimum cum ultimo sapientiae comparatur. Torquatus, is qui consul cum Cn. Quod autem satis est, eo quicquid accessit, nimium est; Hanc ergo intuens debet institutum illud quasi signum absolvere. Cum audissem Antiochum, Brute, ut solebam, cum M. Graece donan, Latine voluptatem vocant. 

Nummus in Croesi divitiis obscuratur, pars est tamen divitiarum. Aliud igitur esse censet gaudere, aliud non dolere. Huic mori optimum esse propter desperationem sapientiae, illi propter spem vivere. Vide, quantum, inquam, fallare, Torquate. Quid enim possumus hoc agere divinius? Re mihi non aeque satisfacit, et quidem locis pluribus. Nam quibus rebus efficiuntur voluptates, eae non sunt in potestate sapientis. Sed tamen intellego quid velit. 

Sed quid minus probandum quam esse aliquem beatum nec satis beatum? Quod ea non occurrentia fingunt, vincunt Aristonem; Quod si ita sit, cur opera philosophiae sit danda nescio. Hoc loco tenere se Triarius non potuit.
Semovenda est igitur voluptas, non solum ut recta sequamini, sed etiam ut loqui deceat frugaliter. Sed residamus, inquit, si placet. Tu quidem reddes; Sed vos squalidius, illorum vides quam niteat oratio.

Posted on Minggu, Juli 27, 2014 by Ademuhsin Labdagati

Ade Muhsin Al-Haddad
My name is Ade Muhsin Al-Haddad, I'm 21 years of age. Born in Bogor on July 21, 1993.

Hobbies and my background is in the field of computers and the Internet, such as Web design, blogging, browsing, editing or modifying CMS and themes as well as anything that is related to script HTML, CSS, and PHP.

Now i'm Working as a Room Attendant Reliever & Public Area on Housekeeping Departement at Pranaya Suites Hotel - BSD City.

My last work as Founder & Engineering at Depok Cyber Network. And this time I also still existed as Event and Organizer Staff on Devilzc0de Indonesia Forum.
I had also been a student of Cisco Netacad on SEAMEO SEAMOLEC Training Center.

Basic Information
Gender: Male
Looking for: Friends, A relationship, Networking
Birthday: July 21
Relationship: Seeing anyone?
Other names: whiteshen, Om pocon666, Om Putih, Tuan Muda

Occupation
CEO & Founder, Event Organizer Staff, Website Administrator, Hotelier

Skills
Web Designer, Gila Balap, CMS Editor, Blogger, Networking, Hotelier

Employment
  • Pranaya Suites Hotel
    Housekeeping, 2014 - present
    Housekeepers/maids are responsible for making sure all assigned areas of the home are clean, neat, and tidy. This includes any indoor household cleaning and organizing tasks assigned by the employer and may regularly include cleaning "projects" (e.g., cleaning and organizing a messy closet). Typical responsibilities include vacuuming, dusting, laundry, mopping and waxing floors and changing and laundering linen. Some housekeeper/maid positions also require cooking or food preparation and heavy cleaning, like cleaning windows and furniture. The responsibilities should be specified early in the interview process to ensure the candidate is willing to tackle the tasks required.

  • Depok Cyber Network
    Founder & Engineering, 2010 - 2014
    All aboard the job train! Engineers work in a variety of fields to analyze, develop and evaluate large-scale, complex systems. This can mean and improve and maintaining current systems or creating brand new projects. Engineers will design and draft blueprints, visit systems in the field and manage projects.


About the blog: I created this blog to hold the contents of my heart, my writing, and tutorials that I think is important for me and for others. Although the contents of copy and paste the results, at least I helped to facilitate the search. And the bottom line, every article or tutorial that is copy and paste, I always attach the original source link.


Salah satu cara terbaik untuk menghindari rasa kecewa adalah dengan tak terlalu berharap apapun dari siapapun.

Posted on Minggu, Juli 27, 2014 by Ademuhsin Labdagati